AipbrNews – DPRD kabupaten Bogor mengadakan agenda rutin tahunan, Reses  masa sidang II tahun 2004 – 2005. Acara yang  diadakan di halaman desa Cilebut Timur, jl jambudipa no 115 Cilebut timur, Kec Sukaraja, Kabupaten bogor, dihadiri oleh anggota DPRD Achmad Yaudin Sogir dari fraksi partai kebangkitan Bangsa (PKB). Tampak juga hadir kepala desa Cilebut timur Muchtar Kelana, Babinsa beserta jajarannya (18/2)

Komunikasi dua arah antara legislatif dengan Konstituen melalui kunjungan kerja merupakan kewajiban anggota DPRD untuk bertemu langsung dengan konstituennya.Dalam pertemuan tersebut  masyarakat tampak Antusias untuk menyampaikan  Aspirasinya.

Dari 250 Orang perwakilan masyarakat  yang hadir, enam perwakilan di berikan kesempatan untuk menyampaikan Aspirasinya. Tampak tiga  perwakilan menyampaikan  tentang keluhan yang sama yaitu masalah kebersihan lingkungan ( sampah).

Salah satunya  perwakilan dari Rw 3 kampung Babakan yang tidak disebutkan namanya mengatakan,”Khususnya di wilayah kami RW 3 kampung Babakan, itu kan ada lahan  yang  kosong  ya pak dan memang itu selalu digunakan untuk tempat pembuangan sampah orang dari manapun, bukan hanya dari Babakan, orang di luar Babakan juga membuang sampah disitu. Padahal di wilayah kami sudah mengerjakan untuk membuang sampah di kordinir ketua RT, tapi usaha itu tidak ada hasilnya tetap saja sampah itu berceceran dari Pasarean ke Babakan ujung pak Dewan, saya mohon solusi terbaiknya karna kami dari masyarakat belum ada solusi yang tepat untuk menanganinya” ungkapnya.

Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, Achmad Yaudin Sogir mengatakan, “terkait solusi penanganan bagai mana orang tidak asal buang sampah ya sebenarnya kembali kepada kesadaran  diri masing-masing, walupun di kasih baliho denda, pidana membuang sampah, tetap aja pura-pura kagak ngeliat”ujarnya.

Achmad Sogir menambahkan, “sebaiknya di lokasi tersebut pakai baliho kembali, bila perlu kita pasang Cctv biar ketahuan siapa-siapa yang ngebuang,nanti biar kita yang pasangkan Cctv”ucapnya.

( Fernanda Putramalayu)