Ketum AIPBR Minta Presiden Copot Mendes Yandri Susanto, ini Alasannya

AIPBRNews.com – Ketua Aliansi Insan Pers Bogor Raya (AIPBR), Aliv Simanjuntak meminta Presiden Prabowo Subianto mencopot Menteri Desa (Mendes) Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Yandri Susanto karena dinilai telah merendahkan profesi Wartawan dalam menjalankan tugasnya di lapangan memantau dan mengawasi kinerja pemerintahan mulai di tingkat desa.

“Seharusnya Mendes Yandri memiliki kata lebih bijak lagi dalam menjustifikasi profesi siapapun dengan kata oknum, sehingga hal ini tidak menimbulkan banyak pihak yang merasa bahwa pernyataan Mendes tersebut tidak hanya menyinggung profesi wartawan dan LSM, tetapi juga menghina dan merendahkan peran mereka dalam memantau dan mengawasi kinerja pemerintahan, bahkan lebih sadis karena telah melakukan pembunuhan karakter Wartawan,” ungkap Aliv, Ahad (2/2).

“Maka saya meminta Presiden Prabowo untuk mencopot Menteri Sontoloyo yang bermental macam begini, karena sangat berbahaya bagi demokrasi dan sungguh tidak layak dilanjutkan menjabat sebagai Menteri. Selain itu, jangan sampai hal ini tidak menjadi isu Nasional dan jangan sampai melebar kemana-mana,” pinta Aliv, yang juga berperan aktif dalam hal pencegahan korupsi diberbagai seminar.

Aliv menegaskan, Karena sudah menjadi rahasia umum, bahwa jika ada pejabat yang alergi terhadap kritik dan sosial kontrol Pers maupun LSM bisa diduga kuat oknum model begitu merupakan sosok bermental bobrok dan bagian dari kejahatan yang dikritisi.

“Pernyataan Menteri Desa tersebut sangat tidak tepat dan tidak profesional. Kami selaku organisasi Pers ataupun Wartawan memiliki peran penting dalam memantau dan mengawasi kinerja pemerintahan, dan tidak pantas tentunya profesi kami disanding atau disematkan dengan kata BODREK,” imbuh Aliv.

LSM juga mengeluarkan pernyataan yang sama pastinya, menyatakan bahwa pernyataan Menteri Desa tersebut tidak hanya menyinggung profesi mereka sebagai lembaga sosial kontrol, tetapi juga menghina dan merendahkan peran mereka dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat.

Aliv Simanjuntak menyerukan agar Ketum PAN Zulkifli Hasan harus ikut bertanggungjawab atas kelakuan anak buahnya guna menarik mundur Yandri Susanto dari kabinet KIM, dan menggantikan dengan kadernya yang lain.

Diketahui, pernyataan Mendes Yandri Susanto terkait tudingan adanya dugaan pemerasan oleh LSM dan WARTAWAN BODREK terhadap dana desa yang disampaikan dalam sebuah acara sosialisasi, Sabtu (1/2-2025), di kanal YouTube Kementerian Desa, dapat berdampak memicu generalisasi berbahaya dan sangat berpotensi pada pelecehan profesi wartawan dan LSM.

Dalam Video Dimenit ke 56.10 detik dalam stetmen nya Yandri Susanto Selaku Mendes PDTT mengatakan: “Karena gini pak Jenderal Fadil Imran, yang paling banyak ganggu kepala desa itu ada dua, yaitu LSM dan WARTAWAN BODREK dan mereka muter itu. Hari ini mereka kekepala desa ini minta duit dapet satu juta bayangkan kalau ada 300 desa berarti 300 jt, kalah gaji kemendes. Gaji menteri kalah, itu dapat 300 jt ya kan. Nah oleh karena itu mungkin kepada pihak kepolisian dan kejaksaan mohon juga ini ditertibkan kalau perlu ditangkap aja itu pak polisi, LSM dan yang apa itu namanya WARTAWAN BODREK yang menggangu  para kepala desa untuk bekerja”. (Red)

 

 

Related Posts

Pemprov Jawa Barat Bantah Pernyataan Bupati Bogor Soal Pencarian Dana Kompensasi 15.000 Warga Terdampak Tambang

Jawa Barat – aipbrnews.com ​Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) membantah pernyataan Bupati Bogor Rudy Susmanto mengenai jadwal pencairan dana kompensasi untuk 15.000 warga terdampak…

Sorotan publik tertuju pada Yasika Aulia Ramadhani, putri sulung Wakil Ketua II DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel),Yasir Machmud.

Sulsel – aipbrnews Di usia yang terbilang belia 20 tahun Yasika Aulia menjadi pembina yayasan yang mengelola 41 dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai kabupaten/kota di Sulsel, memicu…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *