AipbrNews – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuat gaduh dengan pernyataan Kontroversialnya. Selain berniat mencaplok terusan Panama dan mengambil alih Negara Kanada,Trump juga berniat untuk mengambil alih jalur gaza. Pernyataan itu dia sampaikan pada saat konferensi pers bersama perdana Mentri Israel Benjamin Netanyahu, Selasa(4/2)
“AS akan mengambil alih jalur Gaza, dan kami juga akan melakukan pembangunan di sana,” ucapnya
“Saya pikir kita akan menjadikan Gaza tempat yang luar biasa dan bertaraf lnternasional dan potensi di jalur Gaza sangat luar biasa. Kita memiliki kesempatan untuk melakukan sesuatu yang bisa jadi fenomenal disana,” ungkapnya.
Melansir Anadolu Ajansi, Presiden Palestina Mahmoud Abbas menolak usulan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengambil alih jalur Gaza dan merelokasi kembali warga Palestina ke tempat lain.
“Kami tidak akan membiarkan hak-hak rakyat kami, yang telah kami perjuangkan selama beberapa dekade, dilanggar,” kata Abbas dalam sebuah pernyataan.
“Seruan-seruan ini merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional, dan perdamaian serta stabilitas di kawasan tidak akan tercapai tanpa berdirinya negara Palestina,” imbuhnya.
Abbas menekankan bahwa Jalur Gaza merupakan bagian integral dari tanah Palestina bersama dengan Tepi Barat dan Yerusalem Timur.
“Hak-hak Palestina yang sah tidak dapat dinegosiasikan. Tidak seorang pun berhak membuat keputusan tentang masa depan rakyat Palestina, kecuali Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), badan perwakilan resmi dan sah rakyat Palestina,” kata Abbas.
Pemimpin Palestina mendesak Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres dan Dewan Keamanan untuk memikul tanggung jawab mereka dalam menegakkan resolusi internasional dan melindungi hak-hak yang tidak dapat dicabut dari rakyat Palestina.
Usulan kontroversial Trump telah menerima kecaman luas, banyak yang menyebutnya sebagai pembersihan etnis dan kejahatan perang.
Sikap Presiden Palestina mendapat dukungan dari Yordania dan Mesir, bersama dengan negara-negara regional dan Eropa lainnya seperti Inggris, Prancis, dan Jerman, dengan tegas menolak usulan Trump.
(Fernanda Putramalayu)








